15 Cara Mendidik Anak Cerdas, Mandiri, Dan Rajin Beribadah Lengkap

Posted on

15 Cara Mendidik Anak Cerdas, Mandiri, Dan Rajin Beribadah Lengkap

Cara Mendidik Anak – Saat baru dilahirkan anak adalah selembar kertas putih yang bersih tanpa noda dan juga coretan. Kertas itu akan diberi warna atau gambar seperti apa bergantung pada orang tuanya mengarahkan mereka.

Cara Mendidik Anak Cerdas

Bisa dengan warna-warna yang terang atau bisa juga dengan warna yang gelap. Sebagai orang tua tentu wajib mengarahkan serta membimbing anak-anak agar menjadi sosok yang cerdas, ramah, rajin beribadah, dan mandiri. Namun masih banyak orang tua yang tak paham bagaimana cara mendidik anak, supaya tumbuh dengan yang diharapkan.

Kami akan membahas cara mendidik anak yang tepat demi menciptakan generasi penerus yang berkualitas, dan memiliki masa depan yang cerah. Berikut ulasannya.

1. Menjadi contoh dan panutan

Setiap anak akan tumbuh dan berkembang dengan melihat lingkungan yang ada di sekitarnya. Terutama orang tua yang mengasuh mereka. Apa yang dilakukan oleh orang tua, tentu akan ditiru oleh anak tersebut. daripada anak mengidolakan sorang tokoh kartun, ada baiknya jika mereka mengidolakan orang tuanya.

Caranya adalah dengan menjaga sikap dan perkataan ketika anda sedang bersama mereka. Jadilah sosok yang melindungi dan juga pengayom yang selalu ada saat anak anda membutuhkan.

2. Hindari menggunakan kata jangan

Hal ini adalah kesalahan yang begitu sering dilakukan oleh banyak orang tua. Terlalu banyak melarang dengan menggunakan kata jangan, justru akan membatasi kreativitas dan juga daya eksplorasi mereka. Apalagi anak juga cenderung tertarik dengan banyak hal yang ada di sekelilingnya.

Daripada anda menggunakan kata jangan sebaiknya ganti dengan kata yang lebih positif. Contohnya kalimat jangan berlari yang diganti dengan berjalan saja atau pelan-pelan saja ya nak. Hal itu akan membuat mereka lebih nyaman karena ruang geraknya tidak dibatasi.

3. Melatih problem solving sejak dini

Melatih anak untuk bisa memecahkan masalahnya sendiri, adalah cara mendidik anak yang harus ditanamkan sejak dini. Sehingga anak sudah belajar beradaptasi dengan segala kondisi dan situasi yang berbeda. Hal ini akan menjadi cikal bakal mereka untuk menjadi mandiri.

Manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh anak adalah dengan meningkatkan toleransi serta mencegah munculnya stress. Latihan ini juga akan meningkatkan kecerdasan dan membentuk karakter yang lebih kuat.

4. Menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab

Disiplin adalah kunci dari perkembangan anak di masa dewasa nanti. Mulailah dengan hal yang sederhana, misalnya selalu membuang sampai di tempatnya. Lakukan dan juga terapkan kedisiplinan ini di berbagai tempat dan waktu.

Ajari juga mereka mengenai tanggung jawab. Dimulai dengan mengajari anak-anak untuk membereskan mainannya jika sudah selesai main. Atau dengan mengingatkan anak tentang jam tidur bagi mereka yang sudah sekolah. Hal ini menjadi pelajaran tanggung jawab pada dirinya sendiri.

5. Ajari mereka untuk berterima kasih

Mengucapkan terima kasih adalah sebuah hal yang mudah dilakukan. Tetapi jika tidak dibiasakan sejak kecil, maka anak itu akan sulit melakukannya. Latih dan ajarkan juga mereka dengan tekun agar anak terbiasa mengucapkan terima kasih.

Dengan selalu berterima kasih kepada setiap orang, maka mereka diajarkan juga untuk saling menghargai. Secara tidak langsung mereka juga diajarkan untuk berempati pada orang lain. Sehingga mereka tidak akan tumbuh menjadi sosok yang egois, atau cenderung mementingkan diri sendiri.

6. Jangan asal memberi mainan

Bagi sebagian orang tua memberi mainan pada anak merupakan upaya dalam membahagiakan mereka. Padahal sebenarnya anak tidak bisa sembarang diberi mainan. Ada beberapa mainan yang justru akan menimbulkan karakter yang buruk bagi mereka.

Cara mendidik anak yang baik adalah dengan memberi mainan yang sesuai dengan usianya. Pastikan bahwa mainan tersebut juga memiliki manfaat yang positif. Misalnya bisa meningkatkan motorik atau kecerdasan ketika mereka memainkannya.

Mainan merupakan media yang menstimultan anak dengan cepat. Karena anak bisa berpikir dengan kreatif, mengembangkan imajinasi, dan berpikir logis melalui mainan. Bila anda memberinya mainan yang sesuai dengan usianya.

7. Beri nutrisi yang cukup

Bukan hanya stimulus dari luar saja tetapi dari sisi dalamnya juga harus diperhatikan. Caranya dengan memberi nutrisi yang cukup. Karena kecerdasan anak akan bergantung pada nutrisi yang baik, selain dengan latihan.

Beberapa zat yang penting untuk perkembangan otak anak nantinya adalah yang mengandung omega 3 yang biasa ditemukan dalam minyak ikan. Dan lengkapi juga dengan vitamin dan zat mineral lainnya, agar otak dan badan anak tumbuh dengan optimal.

8. Beribadah dengan anak

Anak yang sedari kecil sudah diajarkan taat beribadah, cenderung memiliki pola pikir yang baik. Pola pikir ini akan berpengaruh pada kecerdasan anak tersebut. baik cerdas dalam hal pelajaran, atau cerdas dalam menjalani kehidupan. Maka ajaklah mereka beribadah bersama, karena orang tua adalah contoh bagi anak-anaknya.

Untuk mengajak mereka beribadah, andalah yang harus lebih dahulu menunjukkannya pada mereka.

9. Membacakan dongeng sebelum tidur

Apakah anda sering membacakan dongeng sebelum tidur? Mulai hari ini kuatkan niat anda untuk menjalin komunikasi yang baik dengan anak, melalui dongeng yang dibacakan sebelum tidur. Membaca cerita akan membantu meningkatkan imajinasi pada anak. Apalagi jika anda bercerita dengan intonasi yang penuh. Maka anak akan senang dan hubungan dengan orang tua pun akan semakin kuat.

10. Ajak anak lebih mengenal alam

Mengenal alam memiliki manfaat yang besar untuk pertumbuhan mental dan spiritual anak. Terutama bagi mereka yang lahir dan juga tumbuh di kota besar. Usahakan untuk rutin mengajak anak mengenal alam sekitar. Minimal 1 bulan sekali.

Karena anak yang sering mengunjungi tempat wisata alam akan memiliki kecerdasan dan ketenangan yang lebih stabil, dibanding dengan mereka yang jarang menikmati keindahan alam.

11. Tempatkan anak di lingkungan yang tenang

Cara mendidik anak lainnya yang tak boleh anda lewatkan adalah tempatkan anak di lingkungan yang baik. Karena lingkungan juga memiliki pengaruh yang cukup besar pada perkembangan anak. Serta mental dan sprititualnya. Pilihlah lingkungan tempat tinggal yang cukup tenang. Karena anak yang tumbuh dalam lingkungan yang tenang, akan memiliki kemampuan mengingat yang lebih kuat dibanding dengan anak yang dibesarkan di tempat yang ramai/bising.

12. Membiasakan mereka sarapan

Sarapan sering dipandang sebelah mata oleh orang tua. Anak yang selalu sarapan sebelum berangkat ke sekolah akan memiliki daya konsentrasi yang lebih kuat. Karena dia tidak memikirkan rasa lapar saat pelajaran sedang berlangsung.

Anak yang selalu sarapan juga akan lebih aktif dan gesit. Sedangkan anak yang tidak biasa sarapan, biasanya malas karena tak memiliki energi yang cukup untuk belajar.

13. Ajak mereka olahraga secara rutin

Sabtu dan Minggu adalah hari yang tepat untuk berolahraga dengan keluarga. Olahraga juga penting bagi anak. Bukan hanya untuk kebugaran saja, tetapi olahraga juga bisa membentuk anak-anak menjadi lebih percaya diri.

Bila melakukan olahraga bersama maka anda bisa menjalin hubungan emosional yang baik dengan anak. Perbanyaklah waktu dengan anak dengan berolahraga bersama. Selain badan menjadi sehat, anda juga bisa menjadi lebih dekat anak.

14. Ikut bermain dengan anak

Jangan malu atau sungkan bermain dengan anak. Libatkan diri anda dengan permainan yang dilakukan oleh anak-anak, yang akan memicu rasa percaya diri mereka dan kecerdasannya. Mereka juga akan merasa diperhatikan oleh orang tua.

Bila bermain dengan anak, maka anda juga bisa mengetahui potensi apa yang mereka miliki. Anda juga dapat mengarahkan potensi tersebut, dengan cara yang baik dan dapat berkembang dengan maksimal.

15. Memberi pujian dengan tulus

Anak bukan hanya harus mendapat hukuman bila melakukan suatu kesalahan. Tapi juga mereka harus mendapat pujian saat melakukan hal-hal yang baik. Pujian yang tulus dari orang tua akan menjadi stimulus dan rasa percaya diri bagi anak.

Tapi jangan terlalu sering juga memuji anak. Karena bisa menjadi anak yang manja dan cenderung tak bisa mengatasi masalah. Beri saja pujian secukupnya.

Anak tidak hanya harus diajarkan sisi intelektualnya saja, tapi juga sisi spiritual dan emosionalnya. Semuanya bisa menjadi paket dalam cara mendidik anak yang tepat. Melatih intelektual ini harus dibarengi dengan kualitas spiritual, yang membuat anak menjadi anak yang cerdas tanpa kehilangan arah. Tanggung jawab mendidik anak ada pada orang tua, dan bukan oleh sekolah.

Demikian pembahasan lengkap tentang 15 cara mendidik anak yang cerdas yang bisa anda lakukan sebagai orang tua. Semoga dapat dipahami dan dipelajari kembali, kemudian dipraktekan pada anak-anak anda.

Baca Juga :