Informasi Sel Darah Putih Basofil Lengkap

Posted on

Informasi Sel Darah Putih Basofil Lengkap

Basofil – Adalah salah satu jenis dari sel darah putih yang berperan penting sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel ini memiliki peran penting dalam menghasilkan reaksi peradangan dalam melawan infeksi. Basofil juga ikut berperan dalam timbulnya reaksi alergi.

Darah terdiri dari beberapa komponen, salah satunya yaitu sel darah putih yang disebut dengan leukosit. Jenis sel darah ini diproduksi di sumsum tulang dan menjadi bagian dari sistem kekebalan tubuh yang fungsinya untuk melawan kuman, yang menjadi penyebab infeksi, menyembuhkan luka, serta menghancurkan zat atau racun yang berpotensi membahayakan tubuh.

Peran Sel Darah Putih Basofil

1. Menghancurkan benda asing yang masuk ke tubuh

Basofil adalah bagian dari sistem kekebalan atau daya tahan tubuh. Salah satu cara kerjanya yaitu dengan cara mendeteksi kuman, virus, atau parasit asing yang masuk ke dalam tubuh, kemudian menangkap dan menghancurkannya.

Saat terjadi infeksi, sel basofil pun akan memanggil sel darah putih yang lainnya dalam menghasilkan antibodi serta membasmi mikroorganisme yang menjadi penyebab infeksi.

2. Mencegah pembekuan darah

Fungsinya yaitu untuk menyimpan serta melepaskan heparin, yang merupakan zat pengencer darah yang perannya yaitu untuk mencegah pembekuan darah. Zat ini lalu dilepaskan basofil saat tubuh mengalami luka/infeksi.

3. Menghasilkan peradangan akibat reaksi alergi

Reaksi alergi adalah bentuk perlawanan tubuh pada zat tertentu yang dianggap berbahaya padahal tidak. Ketika tubuh mengalami reaksi alergi, sel darah putih basofil akan melepaskan histamin dan mendorong tubuh untuk memproduksi antibodi immunoglobulin E (IgE), yaitu antibodi yang dihasilkan oleh sistem imun dalam melawan zat yang menjadi penyebab alergi/alergen yang masuk ke dalam tubuh.

Kadar Basofil Dalam Tubuh Dapat Berubah dan Apa Penyebabnya

Kadar normal basofil adalah sekitar 1 – 3 persen dari total sel darah putih atau sekitar 0-200 basofil per mikroliter darah. Namun, beberapa kondisi dapat menyebabkan kadar basofil dalam tubuh meningkat. Kondisi ini mencakup :

Gangguan mieloproliferatif

Yaitu kondisi yang mengacu pada kondisi ketika sumsum tulang terlalu banyak memproduksi sel darah putih, sel darah merah, atau platelet. Beberapa contoh penyakit yang termasuk dalam gangguan mieloproliferatif ini, antara lain leukemia, polisitemia vera, myelofibrosis, dan trombositopenia.

Penyakit autoimun

Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel/jaringan tubuh yang sehat tanpa ada infeksi atau pencetus yang lainnya. Contoh penyakit autoimun ini adalah yang bisa menyebabkan jumlah basofil meningkat, di antaranya rheumatoid arthritis dan penyakit radang usus.

Hipotiroidisme

Hipotiroidisme ini terjadi ketika kelenjar tiroid tak menghasilkan hormon tiroid yang cukup. Bila hormon tiroid dalam tubuh rendah, maka fungsi metabolisme tubuh akan melambat. Kondisi ini akan menyebabkan sumsum tulang menghasilkan sel darah putih yang lebih banyak termasuk basofil.

Gejalanya yaitu wajah bengkak, suara serak, kulit kasar, konstipasi, mudah mengantuk, berat badan bertambah, dan sensitif terhadap suhu dingin.

Kondisi lainnya yaitu :

  • Hipertiroidisme

Kelebihan pada hormon tiroid juga akan menyebabkan tubuh bereaksi dengan mempercepat metabolisme. Kondisi ini juga bisa menyebabkan berkurangnya jumlah basofil yang ada di dalam tubuh. Gejalanya mencakup peningkatan denyut jantung, tekanan darah meningkat, keringat berlebih, gelisah, dan penurunan berat badan

  • Infeksi

Infeksi kuman, virus, dan parasit merupakan salah satu penyebab menurunnya kadar basofil. Khususnya pada saat sistem kekebalan tubuh bekerja terlalu berat dalam melawan infeksi. Walaupun begitu, penyakit dengan infeksi tertentu seperti tuberkulosis dan influenza, justru dapat membuat kadar basofil di dalam darah meningkat.

  • Reaksi alergi akut

Kondisi ini ditandai dengan reaksi tubuh yang berlebihan pada suatu zat. Reaksi alergi akut bisa menimbulkan gejala seperti gatal-gatal, bersin, pilek, batuk, dan mata atau hidung berair. Walaupun jarang terjadi, reaksi alergi ini cukup parah sampai berpotensi mengancam nyawa. Kondisi ini disebut dengan reaksi anafilaksis dan perlu ditangani secepatnya oleh dokter di rumah sakit.

Demikian pembahasan mengenai Basofil yang dijelasakan dan dibahasa secara lengkap. Semoga dapat dipahami dan menambah pengetahuan anda. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :