Shalat : Pengertian, Rukun, Syarat Wajib, dan Syarat Sah Shalat

Posted on

Pengertian Shalat, Rukun, Syarat Wajib, dan Syarat Sahnya Shalat

Pengertian sholat merupakan suatu ibadah yang didalamnya terdiri atas ucapan dan juga perbuatan yang di awali takbir dan diakhiri salam. Menurut bahasa, pengertian shalat berarti berdoa. Sehingga, pada intinya sholat ialah sebuah kegiatan ibadah yang isinya doa. Didalam sholat juga ada syarat sah sholat atau aturan yang harus di ikuti agar sholatnya sah di mata agama.

Syarat Sah Sholat

Menjalankan ibadah sholat juga harus dilakukan dengan ilmu. Artinya, anda harus tahu tentang syarat wajib sholat. Setiap muslim yang memenuhi syarat sahnya sholat wajib menjalankan ibadah sholat. Syarat wajib sholat diantaranya:

  • Orang tersebut harus beragama islam.
  • Berakal sehat
  • Dewasa atau sudah baligh
  • Telah mengetahui tentang hukum sholat serta tata cara sholat dengan baik.
  • Bersih ataupun suci dari hadats dan najis.
  • Sadar.

Sesudah tahu pengertian sholat serta syarat wajib sholat, anda harus tahu juga syarat sah solat. Dibawah ini beberapa syarat syah sholat untuk dipahami setiap muslim yang menjalankan kewajiban sholat:

  • Sudah masuk waktu sholat.
  • Harus menghadap arah kiblat
  • Suci dari hadas baik hadas kecil maupun besar
  • Harus menutup aurat
  • Mengetahui tentang cara melaksanakan ibadah sholat tersebut.

Rukun salat

Setelah tahu tentang syarat sah sholat, sekarang akan dibahas tentang rukun sholat. Rukun sholat harus di jalankan saat sholat dan harus tertib.

  1. Niat
  2. Berdiri bagi yang mampu.
  3. Selanjutnya membaca takbiratul ikram.
  4. Setiap raka’at membaca surat al fatihah.
  5. Ruku’ secara tuma’ninah.
  6. I’tidal secara tuma’ninah.
  7. Sujud secara tuma’ninah.
  8. Duduk atara dua sujud secara tumaninah
  9. Kemudian duduk tasyahud akhir
  10. Dan membaca sholawat Nabi.
  11. Membaca salam.
  12. Tertib.

Sholat juga bukan hanya sholat wajib saja melainkan juga sholat sunnah. Sholat fardhu atau sholat wajib dijalankan 5 kali waktu dalam sehari dan wajib dikerjakan. Jadi, jika ditinggalkan akan berdosa dan jika dijalankan akan mendapat pahala. Sholat yang dikerjakan sebaiknya juga harus dilakukan dengan khusyu’ agar diterima Allah SWT.

Sedangkan sholat sunnah merupakan sholat yang lebih baik dikerjakan. Jadi, meskipun tidak wajib dikerjakan, namun alangkah baiknya dikerjakan sebagai penambah amal ibadah sebagai bentuk kecintaan terhadap Nabi Muhammad.

Orang-orang yang Tidak Wajib Shalat

ada beberapa orang yang tidak wajib untuk melaksanakan shalat, sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Zainuddin Ahmad bin Abdulaziz al-Malibari dalam Fathul Mu’in (Surabaya: Kharisma, tt), hal. 36:

إنما تجب المكتوبة أي الصلوات الخمس على كل مسلم مكلف أي بالغ عاقل ذكر أو غيره طاهر فلا تجب على كافر أصلي وصبي ومجنون ومغمى عليه وسكران بلا تعد لعدم تكليفهم ولا على حائض ونفساء لعدم صحتها منهما ولا قضاء عليهما بل تجب على مرتد ومتعد بسكر.

“Bahwasanya shalat fardlu diwajibkan bagi semua kaum muslim yang mukallaf, dalam arti baligh dan berakal, baik lelaki maupun perempuan yang dalam keadaan suci. Maka shalat tidak wajib dilakukan oleh orang kafir asli, anak-anak, orang gila, ayan, dan mabuk yang tak disengaja, karena hilangnya sifat taklif dari mereka, juga bagi orang yang haidl, dan nifas karena mereka berdua tidak sah melaksanakan shalat, dan mereka tidak wajib meng-qadla-nya, berbeda dengan orang murtad dan orang yang sengaja mabuk, mereka wajib qadla.

Dari pemaparan di atas, dapat kita pahami bahwa orang-orang yang tidak wajib shalat ialah:

  1. Orang kafir

Orang kafir tidak wajib shalat.  Artinya, tidak ada tuntutan di dunia bagi mereka untuk shalat, namun di akhirat mereka akan disiksa karena sebenarnya mereka memiliki kemungkinan melaksanakan shalat jika saja mereka mau masuk islam. Sebagaimana ayat QS Al-Mudatstsir ayat 42-43:

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ  قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ

“Apa yang menyebabkan kalian masuk neraka saqar ?Mereka berkata, ‘Kami (ketika di dunia) tidak pernah melaksanakan shalat.”

Dengan demikian, yang wajib dilakukan oleh orang kafir ialah pertama-tama masuk islam terlebih dahulu, karena tanpa hal tersebut, mereka tidak sah shalat. Jika mereka sudah masuk Islam, maka mereka tidak wajib meng-qadla (mengganti) shalat sebelumnya.

Hukum demikian tidak berlaku bagi orang murtad (keluar dari Islam). Mereka tetap wajib shalat, wajib kembali ke Islam, dan jika mereka kembali ke Islam, mereka wajib meng-qadla shalat yang mereka tinggalkan ketika murtad.

  1. Anak-anak

Anak-anak tidak wajib shalat hingga mereka baligh. Meski demikian, bagi orang tua ataupun wali, wajib hukumnya untuk mengajari dan mendidik shalat pada mereka. Sebagaimana hadis riwayat Abu Dawud No. 494:

مروا الصبي بالصلاة إذا بلغ سبع سنين وإذا بلغ عشراً فاضربوه عليها

“Perintahkan anak kalian shalat saat berumur 7 tahun, dan hukum mereka jika meninggalkan shalat saat berumur 10 tahun.”

  1. Orang gila
  2. Ayan
  3. Orang mabuk yang tidak disengaja.Jika mabuknya disengaja, maka mereka tetap tertuntut wajib untuk shalat dalam arti mereka wajib meng-qadlasaat mereka sadar.
  4. Perempuan yang haid dan nifas.

Demikian pemaparan kali ini, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bi-shawab. (Muhammad Ibnu Sahroji)

Ibadah sholat yang dikerjakan juga memiliki banyak sekali manfaat bagi yang mengerjakan. Baik manfaat di dunia maupun di akhirat. Dengan mengetahui pengertian shalat diatas, diharapkan membuat anda semakin tahu dan mengerti tentang cara solat serta hukum sholat untuk setiap umat muslim. Dengan menjalankan kewajiban sholat, itu berarti anda menjalankan rukun islam yang kedua. Semoga bermanfaat.

Baca juga: